Postingan

POTONG KUKU DAN RAMBUT, BILA BERNIAT UNTUK QURBAN, HARAM?

Gambar
POTONG KUKU DAN RAMBUT, BILA BERNIAT UNTUK QURBAN, HARAM? عَنْ أُمِّ سَلَمَةَ، أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: مَنْ رَأَى هِلاَلَ ذِي الحِجَّةِ، وَأَرَادَ أَنْ يُضَحِّيَ، فَلاَ يَأْخُذَنَّ مِنْ شَعْرِهِ، وَلاَ مِنْ أَظْفَارِهِ Dari Ummi Salamah ra, Nabi Shallallahu alaihi wa sallam bersabda: Siapa yang melihat hilal Dzulhijjah, dan dia ingin berqurban, maka benar-benar janganlah dia memotong rambutnya, dan kukunya. HR Muslim, Abu Daud,  Tirmidzi (ini lafal Riwayat beliau) dan yang lainnya. Imam Tirmidzi kemudian menjelaskan: وَهُوَ قَوْلُ بَعْضِ أَهْلِ العِلْمِ وَبِهِ كَانَ يَقُولُ سَعِيدُ بْنُ الْمُسَيَّبِ، وَإِلَى هَذَا الحَدِيثِ ذَهَبَ أَحْمَدُ، وَإِسْحَاقُ وَرَخَّصَ بَعْضُ أَهْلِ العِلْمِ فِي ذَلِكَ، فَقَالُوا: لاَ بَأْسَ أَنْ يَأْخُذَ مِنْ شَعَرِهِ وَأَظْفَارِهِ، وَهُوَ قَوْلُ الشَّافِعِيِّ، وَاحْتَجَّ بِحَدِيثِ عَائِشَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَبْعَثُ بِالهَدْيِ مِنَ الْمَدِينَةِ، فَلاَ يَجْتَنِبُ شَيْئًا مِمَّا يَجْت...

PENDEKKAN KHUTBAH, PANJANGKAN SHALAT!

Gambar
**PENDEKKAN KHUTBAH, PANJANGKAN SHALAT!** Shah abat Ammar bin Yasir radhiyallahu a’hu pernah khutbah dengan khutbah yang ringkas. Kemudian ada yang menegur beliau dan mengatakan, ** Andaikan engkau sedikit pajangkan khutbahnya.** Kemudian beliau menjawab bahwa beliau pernah mendengar Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam  bersabda: **« إِنَّ طُولَ صَلَاةِ الرَّجُلِ، وَقِصَرَ خُطْبَتِهِ، مَئِنَّةٌ مِنْ فِقْهِهِ، فَأَطِيلُوا الصَّلَاةَ، وَاقْصُرُوا الْخُطْبَةَ »** “Sesungguhnya panjangnya shalat seseorang dan pendeknya khutbahnya merupakan ciri dari kefaqihan dirinya. **Maka panjangkanlah shalat dan pendekkanlah khutbah!** ____________________________________ Kenapa pendeknya khutbah menjadi tanda kefaqihan/kefahaman seseorang? As Syaukani menjelaskan bahwa Ketika seseorang itu orang yang faqih/paham, maka dia akan bisa mengungkapan nasihatnya dengan kalimat kalimat yang ringkas dan jelas, tidak bertele-tele. __ [Nailul author]__ Adapun Ibnu Alan menjelaskan ba...
Gambar
MEWARNAI/MENYEMIR RAMBUT DENGAN WARNA HITAM Imam an Nawawi di dalam kitab Riyadhus Shalihin mencantumkan bab: باب نهي الرجل والمرأة عن خضاب شعرهما بسواد Bab dilarangnya laki-laki dan perempuan mewarnai rambutnya dengan warna hitam Imam Nawawi memuat hadits Riwayat Imam Muslim yang bercerita tentang Abu Quhafah yang didatangkan ke hadapan Nabi shallallahu alaihi wa sallam dalam keadaan rambut dan jenggotnya sudah putih semua. Kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda: غَيِّرُوا هَذَا وَاجْتَنِبُوا السَّوَادَ ((Ubahlah (uban) ini dan jauhilah warna hitam)) Hadits tersebut merupakan dalil bahwa menyemir/mewarnai rambut dengan warna hitam itu dilarang. Namun begitu dalam pembahasan fiqihnya. Tentang menyemir Rambut dengan warna hitam ini Ulama terbagi menjadi beberapa pendapat. Diantaranya: 1. Makruh Ini merupakan pendapat Ulama Hanafiyyah (kecuali Abu Yusuf), Malikiyyah, dan Hanabilah. Mereka mengecualikan dalam keadaan berperang maka boleh menyemir uban dengan warna hit...

Kapan waktu penyembelihan binatang hadiyyah ketika haji

Gambar
  وقت الذبح أو النحر : * WAKTU PENYEMBELIHAN BINATANG HADIYYAH HAJI *   يستحب الذبح يوم النحر  ) العاشر من ذي الحجة (     بعد رمي جمرة العقبة وقبل الحلق والطواف -كما تقدم- وأما وقت الجواز فقد اختلف أهل العلم فيه على أقوال    Disukai menyembelih binatang hadiyyah pada hari nahr (tanggal 10 dzulhijjah) setelah lempar jumrah dan sebelum gundul dan thowaf _ sebagaimana telah lewat pembahasannya_ . Adapun waktu yang ‘boleh’, maka ulama berbeda pendapat: 1 -   أنه يجوز الذبح يوم النحر وثلاثة أيام بعده :   وبه قال علي بن أبي طالب وهو مذهب الحسن البصري وعطاء الأوزاعي والشافعي واختاره ابن المنذر وابن تيمية وابن القيم،  وحجتهم حديث :   « كل أيام التشريق ذبح »   ولأن الثلاثة تختص بكونها أيام منى، وأيام الرمي، وأيام التشريق، ويحرم صيامها، فهي إخوة في هذه الأحكام، فلا تفرق في جواز الذبح بغير نص ولا إجماع . 1.   1.  Boleh menyembelih pada hari nahr (10 dzulhijjah) dan tiga   hari setelahnya. Ini pendapat Ali ...